Kerlipan bintang
perlahan menghilang didasar hati..
Meninggalkan sesak
yang menyiksa diri..
Amat pilu Mengingat
dirimu..
Sang bintang
dihatiku..
Redup sinarmu..
membuat rasa
dihatiku tak menentu..
Dunia seakan
berhenti dan berputar kemasa lalu..
Masih tertoreh
senyummu dalam ingatanku..
Masih tergambar
jelas paras wajahmu dalam pikiranku..
Semua tentangmu
seakan menjadi herbarium digaleri hatiku..
Istriku..
Telah beberapa waktu
ku lalui hari tanpamu..
Seakan ada batu yang
mengganjal dihatiku..
Terasa sakit.. ingin
menjerit..
Namun tiada arti kau
tak mungkin kembali..
Teringat detik-detik
kepergiaanmu..
Senyum masih terukir
manis dibibirmu..
Tawa Tanpa suara..
diam seribu bahasa..
Hanya tanganmu yang
mencoba menggenggam tanganku..
Seakan ingin
menyatakan sesuatu..
aku merasakan
kesakitan itu istriku..
kesakitan yang kau
rasakan..
saat malaikat maut
menjemput..
merenggut nyawamu
kembali kehadapan-NYA..
seketika jantungku
berdetak lebih dari biasanya..
saat bibir mungilmu
mengucap kalimat itu..
“laa ilaha
illallah”..
YA ALLAH...
aku memeluk erat
tubuhnya dan Kucium keningnya..
bidadariku.. kenapa
secepat ini dirimu meninggalkanku..
meninggalkanku
terlebih dahulu menghadap sang pencipta.
Tiada apa yang lebih
berharga selain memiliki permata sepertimu..
Kini....
Dikau tiada lagi
disisiku..
hatiku sayu
bertambah pilu..
Istriku kau
inspirasi ku..
kau mengajarkau arti
kehidupan ini..
takkan kulupakan
nasihatmu karna itu berguna untukku..
Seringkali aku berdo’a
pada-NYA..
Agar tabah menempuhi
hidup ini..
Dan senantiasa
diberi kekuatan..
Tuk menempuhi cobaan
yang menghadang..
Andai kau tau..
dalam sujud
panjangku..
seringku memanjatkan
doa pada-NYA..
Agar ku dapat
pengganti..
kuharapkan insan
sepertimu bidadariku..
yang banyak membantu
dan mendorongku menjadi hamba yang taat kepada-NYA..
namun disepanjang
jalan kehidupan yang kulalui..
belum ada yang dapat menggantikan posisimu
disini... dihatiku...
( karya : Laila )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar