Sabtu, 28 April 2012

Surat Untuk Suamiku Dibumi Jihad Afghanistan


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Teruntuk suamiku yang kucintai karna Allah.. ^_^
Pangeran yang ku sayangi apa kabar dirimu? hatimu?dan semangatmu?
Semoga selalu dalam kondisi sehat, dan tetap semangat melawan kaum kuffar tanpa gentar..

Suamiku yang sholih..
melalui surat ini aku ingin mengabarkan bahwa keadaanku dan buah hati kita alhamdulillah dalam keadaan baik,Allah begitu menyayangi kita berdua sehingga selalu mendapat nikmat dari-NYA dikala dirimu tak ada disamping kami..
Oya,suamiku ada kabar gembira untukmu, sekarang syahidah buah hati kita sudah pandai mengaji,hafalan surah-surah pendeknya sudah cukup banyak mulai dari an-nas sampai al-fil..,dan dia sudah mulai sekolah,di TK dekat rumah.. syahidah menitipkan salam untuk abinya tercinta.. katanya syahidah sayang abi.. ^_^..

Suamiku yang sholih..
Sudah satu tahun lebih sebelas bulan, dirimu meninggalkanku dan buah hati kita disini,hmm..ada sepi yang mengusik kala malam tiba dan juga Ada selaksa rindu saat memandang wajahmu dialbum foto pernikahan kita.. bayangmu selalu hadir dalam sujud panjangku disepertiga malam,saat aku bermunajat pada-NYA. aku merindukan senyummu,aku merindukan suaramu,dan aku merindukan kecupanmu dikeningku sebelum tidur.. namun usah pedulikan rasa rinduku ini,karna aku tau disana kau ada untuk membantu saudara-saudara seiman yang sedang dizholimi,aku lebih bahagia karna itu dan rasa rinduku ini akan menguap bersama kebahagiaan karna suamiku adalah seorang pejuang ^_^ .. aku tak akan menyuruhmu pulang untuk menemani aku dan syahidah disini meski kadang syahidah bilang “ummi,abi kapan pulang,aku kangen abi..kapan kita bisa jalan-jalan?seperti teman-teman syahidah yang lain” pertanyaan itu membuatku sedih dan menangis,hanya senyuman yang bisa kuberikan pada syahidah dan dia mengerti arti senyuman dan air mataku bahkan sering kali ia mengusap air mataku dengan tangan mungilnya , hmm..aku bertekad takkan menyuruhmu pulang..aku hanya terus dan terus  berdo’a agar dirimu diberikan kekuatan dan perlindungan dari-NYA.. aku hanya ingin cita-cita dan impianmu tercapai ,impian yang dulu kau ucapkan disaat awal pernikahan kita bahwa suatu waktu kamu akan pergi meninggalkanku untuk pergi ke bumi jihad,dan syahid disana.. cita-cita dan impian yang sangat mulia,dan aku ingin menjadi orang pertama yang mendukungmu untuk hal itu..

Suamiku..yang sangat kusayangi karna Allah..
Kadang air mata ini menetes ketika ku dengar kabar tewasnya para mujahidin disana,dibumi jihad afghanistan. aku tak tau apakah engkau termasuk didalamnya,karna sampai saat ini aku belum mendengar kabarmu dari sana..
Hanya kadang aku bermimpi dirimu datang menemuiku dengan membawa dua burung putih,entah aku tidak tau maksud dari mimpiku itu,hmm mungkin dua burung itu adalah dua bidadari surga yang menyambut kedatanganmu kesurga-NYA..
Ahh...Tapi aku tepiskan hal itu,karna itu hanyalah bunga tidurku..

Entah Hatiku merasakan bahwa engkau masih ada dan menunggu kabar dariku..
Dan sekarang alhamdulillah ada kesempatan untukku mengirimimu surat ini karna kebetulan ada serombongan mujahid yang akan pergi kesana untuk membantu,dan aku menitipkan surat ini kepada mereka untuk disampaikan kepadamu..
Ada rasa senang yang menyelimuti diriku akhirnya aku bisa memberi kabar untukmu..meski aku tak tau apakah kau masih disana ataukah sudah berada disisi-NYA ditemani dua bidadari surga..
Tapi aku tak putus asa dan tetap mengirimkan surat ini,paling tidak aku sudah sangat  bahagia mengungkapkan perasaanku melalui surat ini.. ^_^..

Pangeran dunia dan surgaku..
Terbayang diwajahku,saat kau membaca surat ini..mungkin kau akan senyum kecil dan lekas membalas suratnya,,..ya itu yang menjadi harapanku..
Namun pabila engkau sudah tiada mungkin surat ini akan terus berada dalam tas para mujahid itu dan mungkin juga turut ikut dalam peperangan dan surat itu akan bersimbah darah mujahidin yg membawanya..  hanya Allah yang tau apakah surat ini akan sampai kepadamu atau tidak..

Suamiku.. entah akhir-akhir ini menginjak dua tahun kepergianmu ke afghanistan...
ada dilema yang menghantui hatiku,hatiku begitu tercabik bila membayangkannya lagi..
saat membayangkan kelak disurga-NYA kau akan meminang 72 bidadari yang cantik jelita.. sedang aku akan bersama siapa nanti?? Ada rasa sakit dan sedih yang begitu besar dihatiku.. ada perasaan cemburu yang begitu menyiksa batinku,tapi aku sadar itulah hadiah yang layak kau terima atas perjuanganmu , dan aku harus menerimanya..menerima semua ketentuan-NYA.. :’(
suamiku..
jika ada kesempatan dan Allah izinkan.. aku juga ingin kesana,menyusulmu dan menemuimu atau menyusul  kesyahid-an mu pabila kau telah lebih dulu melenggang ke surga-NYA..
aku ingin meneruskan perjuanganmu..
aku ingin menolong saudara-saudara kita yang disiksa dan didzolimi..
yaa... aku juga ingin bergelar mujahidah..
gelar yang begitu mulia.. gelar yang hanya disandang oleh orang-orang terpilih..
aku ingin darahku turut membasahi tanah para syuhada .. dan tanganku bisa berkesempatan menenteng senjata dan menembak salah satu dari musuh abadi para mujahidin..orang-orang Kafir yang keji!!
memerahkan tanah yang gersang..
membasahi tanah yang kering..
kuberharap nanti aku bisa pergi berjihad kesana.. saat syahidah,buah hati kita sudah beranjak besar.. tumbuh dengan semangat jihad dan ilmu tauhid yang sempurna.. dan syahidah telah siap untuk aku tinggalkan karna kewajibanku untuk memberinya bekal keislaman dan akhlaq telah selesai..

tinggal bagaimana nanti aku yakinkan dia.. agar dapat menyusulku juga,menyusul kita orang tuanya untuk berjiad bersama suaminya kelak..

suamiku.. sejuta asa telah kurangkai dalam bingkai kehidupan bersamamu..
melaluimu.. aku banyak tau tentang suatu amal yang derajatnya paling tinggi..
melaluimu.. aku banyak tau tentang surga yang telah menunggu untuk ditempati..
melaluimu... aku banyak tau tentang adanya Cinta diatas cinta..
ya saat aku harus merelakan dirimu orang yang kucintai berjuang,dan menemui sang pemilik CINTA..
itulah saat aku belajar bahwa ada cinta diatas cinta.. karna cintaku hanyalah seujung jari jika dibanding cinta-NYA padamu..

suamiku.. ketahuilah aku mencintaimu..aku menyayangimu..
tak pernah ku kecewa atau menyesal menikah denganmu..
walau harus hidup susah..tapi aku tak pernah merasa susah..
aku bahagia..malah bahagiaku melebihi orang-orang yang diberi harta berlimpah..
aku bahagia mendapatkanmu dan juga syahidah sebagai pelengkap pernikahan kita..
aku bahagia suamiku..

itulah sekelumit rasa yang aku rasakan saat ini,itulah impian yang akan kuraih..itulah ungkapan cintaku untukmu suamiku..

suamiku sayang..
sekian dulu suratku ini.. buah hati kita,syahidah sudah sedari tadi merengek minta diantarkan ke sekolah,bidadari kecil kita sangat bersemangat dalam belajar sama sepertimu ^_^..
sekali lagi aku bersyukur karna Allah memberi kesempatan untukku  sehingga dapat memberi kabar untukmu..
semoga nanti masih diberi kesempatan untuk mengirimimu surat atau bahkan diberi kesempatan untuk bertemu denganmu kembali..

titip salam untuk kaum kuffar sebelum kau menembaknya..
salam dariku.. yang insya Allah kelak juga akan membunuh salah satu bahkan puluhan orang dari mereka.. ^_^..
doaku selalu menyertai langkahmu suamiku.. langkah jihadmu dibumi jihad AFGHANISTAN..



dari istrimu yang mencintaimu karna Allah..


~...(Penulis : Pelangi Senja - LAILA )...~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar