OPINI : NURLAILA SUCIANA ( Pend.Geografi Universitas Negeri Jakarta)
Bicara tentang
indonesia tidak lepas dengan yang namanya “kedaulatan” ,kebanyakan orang
mungkin berfikir bahwa negara indonesia yang kita cintai ini sudah sepenuhnya
berdaulat dengan adanya pengakuan dari negara lain yang terjadi pada tanggal 27
Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia yang ditandatangani di
Istana Dam, Amsterdam, Belanda. Hal itu terjadi selang empat tahun setelah
proklamasi kemerdekaan RI.
Tapi apakah hal
itu cukup untuk membuktikan bahwa indonesia adalah negara yang berdaulat?
apakah cukup hanya dengan sebuah “pengakuan” tapi tidak diiringi dengan hakikat kedaulatan yang sebenarnya?apakah indonesia dikatakan berdaulat jika sebagian kekayaan alamnya dikuasai asing?apakah indonesia dikatakan berdaulat jika perekonomian saja masih dicampuri pihak asing? Apakah indonesia dikatakan berdaulat jika apa yang kita konsumsi selama ini adalah buatan asing? Sebagai contoh kita mandi dengan menggunakan sabun lux dan sikat gigi dengan Pepsodent semua produk itu adalah milik Unilever dari Inggris,dan kendaraan yang kita kendarai rata-rata buatan jepang. lalu apa yang bisa kita banggakan sebagai orang Indonesia, semua yang kita pergunakan sehari-hari adalah milik Negara asing atau MADE IN ASING dan ternyata yang asli buatan Indonesia hanya Koruptor saja ? Cuma koruptornya saja yang asli Indonesia. sudah barang tentu para pendiri Republik ini akan marah besar bila mereka melihat Ketidakberdaulatan Indonesia sekarang ini.
apakah cukup hanya dengan sebuah “pengakuan” tapi tidak diiringi dengan hakikat kedaulatan yang sebenarnya?apakah indonesia dikatakan berdaulat jika sebagian kekayaan alamnya dikuasai asing?apakah indonesia dikatakan berdaulat jika perekonomian saja masih dicampuri pihak asing? Apakah indonesia dikatakan berdaulat jika apa yang kita konsumsi selama ini adalah buatan asing? Sebagai contoh kita mandi dengan menggunakan sabun lux dan sikat gigi dengan Pepsodent semua produk itu adalah milik Unilever dari Inggris,dan kendaraan yang kita kendarai rata-rata buatan jepang. lalu apa yang bisa kita banggakan sebagai orang Indonesia, semua yang kita pergunakan sehari-hari adalah milik Negara asing atau MADE IN ASING dan ternyata yang asli buatan Indonesia hanya Koruptor saja ? Cuma koruptornya saja yang asli Indonesia. sudah barang tentu para pendiri Republik ini akan marah besar bila mereka melihat Ketidakberdaulatan Indonesia sekarang ini.
Ketidakberdaulatan
indonesia terutama dalam hal kekayaan alam tidak lepas dari campur tangan pemerintahan
orde baru yang menjadi pintu gerbang pihak asing dalam memasuki negara yang
kaya akan sumber daya alam ini.Tercatat perusahaan asing pertama yang masuk dan
beroperasi di Indonesia adalah Freeport Sulphur, dimulai pada tanggal 7 April
1967, dimana Penandatangan kontrak ini hanya beberapa minggu setelah Soeharto
dilantik sebagai Pejabat Presiden RI, Soeharto langsung memberikan ijin kepada
sebuah perusahaan pertambangan Amerika Serikat, untuk melakukan exploitasi
pertambangan tembaga di gunung Ertsberg, yang terletak di Kabupaten Fakfak,
Propinsi Irian Barat (sekarang sebagian besar areal konsesi Freeport berada di
wilayah Kabupaten Mimika, Papua).Pemerintah orde baru Dengan seenaknya
membiarkan pihak asing merampok secara besar-besaran sumber daya alam negara
kita.
kita harus sama-sama
menyadari dengan kekayaan alam yang melimpah TIMAH,EMAS,MINYAK BUMI,BAHKAN
URANIUM dan masih banyak lagi.. Indonesia masih saja tetap MISKIN!!! hutang
yang semakin besar tapi kekayaan alam sudah hampir habis di rampok oleh mereka
yang senang berpesta pora di atas penderitaan rakyat.
Mampukah kita bangkit kembali sebagai bangsa yang berdaulat?? jika sifat masyarakat kita yang mudah menjadi pelupa serta ketiadaan kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan yang sebenarnya terjadi, maka sampai kapan pun republik ini tetap tidak akan berubah, malah dikhawatirkan kedepannya akan lebih parah apabila masyarakat masih terbuai dan terpesona dengan model pencitraan semu yang dilakukan para pemimpin karbitan yang sudah tidak lagi malu-malu lagi mengiklankan diri bagaikan pahlawan kesiangan.
Mampukah kita bangkit kembali sebagai bangsa yang berdaulat?? jika sifat masyarakat kita yang mudah menjadi pelupa serta ketiadaan kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan yang sebenarnya terjadi, maka sampai kapan pun republik ini tetap tidak akan berubah, malah dikhawatirkan kedepannya akan lebih parah apabila masyarakat masih terbuai dan terpesona dengan model pencitraan semu yang dilakukan para pemimpin karbitan yang sudah tidak lagi malu-malu lagi mengiklankan diri bagaikan pahlawan kesiangan.
Bangsa ini
harus berdaulat atas kekayaan sendiri dan menjadi tuan dinegeri sendiri.
Kekayaan bangsa ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat serta hasil
pertumbuhan Indonesia harus dinikmati secara merata oleh masyarakat. Selain
itu, Pemerintahan yang pro rakyat dimana pelayanan publik menjadi prioritas
utama tanpa terjebak dalam praktek KKN menjadi resolusi bersama anak bangsa
ditahun 2013 ini.
(pesan : Jangan
lagi kita terfokus pada satu titik permasalahan,jangan terlalu dipusingkan
dengan urusan diluar bidang kita,cobalah untuk fokus “mendaulatkan” indonesia
sesuai bidang kita masing-masing. orang-orang seni mendaulatkan indonesia
dengan seninya,orang-orang desain mendaulatkan indonesia sesuai
bidangnya,orang-orang geografi juga mendaulatkan indonesia sesuai
bidangnya,sebagai contoh misalkan sarjana IPB fokus dengan kondisi pertanian
indonesia tidak hanya sekedar memberi penyuluhan tentang kegiatan bertani tapi
juga terjun langsung dalam usaha pencapaian kedaulatan indonesia dibidang pangan . ,jika kita fokus mendaulatkan
indonesia sesuai bidang kita insya Allah akan terlihat hasilnya.)
Mari kita
wujudkan INDONESIA BERDAULAT !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar