Pantai selatan,merupakan saksi bertemunya dua insan
manusia yang saling mencintai,seorang pemuda dari tanah sunda yang tampan,berkulit
putih,dan bibir yang merah bernama yusuf dengan seorang gadis dari tanah
minang yang begitu cantik,pipinya merah merona,dengan kulit putih dan suara
yang lembut,bernama Zahra.
kisah ini dimulai ketika dua orang itu bertemu dalam
sebuah perlombaan seni antar wilayah di indonesia ,yusuf adalah wakil dari jawa
barat dalam seni lukis sedangkan Zahra adalah wakil dari tanah minang dalam
seni tari, perlombaan itu dilangsungkan disebuah pantai yang indah nan
elok,pantai selatan Pelabuhan ratu tempat asal yusuf.
***
Sebelum perlombaan dimulai yusuf berjalan-jalan
menelusuri tepian pantai,sambil menunggu matahari terbenam.langkahnya terhenti
saat melihat sosok wanita yang wajahnya tak terlalu jelas dilihatnya karna
pancaran sinar matahari yg menyembunyikan wajahnya,”cantik..”gumamnya..
perlahan yusuf menghampiri wanita itu..”hay selamat sore..”,sapa yusuf
sekenanya, “hy..selamat sore juga”..jawab Zahra singkat..”kau peserta lomba
ya?..”..”ya aku salah satu peserta lomba itu,dikau?”..”ya aku juga,lalu sedang
apa kau disini..?”..”aku sedang mengamati kekuasaan Allah,sungguh
menyenangkan”..”iya betul,sangat menyenangkan”..jawab yusuf singkat sambil
menatap wajah Zahra.. “ada apa knapa kau tatap aku,seperti it?”..”oh tidak
apa-ap,oya aku yusuf,namamu siapa?”..”Zahra”…”nama yang indah”..”terimakasih”..
suara alarm pun berbunyi tanda perlombaan akan dimulai.. “lombanya sudah
dimulai,ayo kita kesana”ajak yusuf…”oke”..
***
Perlombaan itu berlangsung selama tiga hari,dan dalam
waktu yang singkat itu,yusuf mencoba mendekati wanita,yang membuatnya jatuh
cinta pada pandangan pertama.pada suatu sore yusuf mengajak Zahra untuk
berjalan ditepi pantai sekedar menunggu terbenamnya matahari,deburan ombak,dan
kicauan burung mengiringi langkah kaki mereka,,yusuf menghentikan
langkahnya,diambilnya tikar yang dibawanya di dalam tasnya,”Zahra sepertinya
tempat ini cukup bagus untuk melihat matahari terbenam,kita duduk disini saja
ya”ucap yusuf dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya.. “baiklah..”..cukup
lama mereka berdiam diri tanpa berbicara satu sama lain,akhirnya Yusuf
beranikan diri u/ memulai pembicaraan, “Zahra..aku boleh menanyakan
sesuatu?”..”menanyakan apa?”..”rumahmu dimana zahra?”…”rumah?..aku tak punya
rumah”..”maksudmu?”..”ya aku tak punya rumah,aku tinggal disebuah panti
asuhan”..”orang tuamu?”..”orang tuaku sudah meninggal saat aku masih
kecil”..”oh maaf zahra,bila aku membuatmu mengingat hal itu”..”tidak
apa,peristiwa itu sudah lama,jadi rasa sedihku,sudah agak berkurang,sekarang
aku tinggal bersama bunda angkatku”..”oh gitu,hmm.aku salut denganmu,kamu sosok
yg tegar”..”kalau kamu tinggal dimana yusuf?”..”aku sama denganmu,orang tuaku
sudah meninggal,skarang aku tinggal bersama nenekku di sebuah gubuk disebrang
pantai,waduh jadi curhat nih aku” ..”gpp qo suf”..perlahan matahari terbenam
,mereka berdua memutuskan untuk kembali ketempat perlombaan,”semoga kita menang
ketingkat selanjutnya ya Zahra..supaya kita bisa bertemu lagi nnt di Negara
tetangga Malaysia”..”iya yusuf..semoga,kamu baik”..
Mereka berdua terpilih sebagai wakil dari Indonesia
dibidang masing-msing “syukurlah kita menang Zahra,oya Zahra kamu akan kembali
ke minang?”..”ya yusuf aku akan pulang ke minang,sampai bertemu lagi ya
yusuf”..sambil melambaikan tangannya Zahra meninggalkan yusuf..”zahraa???”
teriak yusuf,”Zahra ada yang akan kunyatakan saat kita bertemu nanti”..”baiklah
yusuf,sampai bertemu lagi”sahut Zahra dari kejauhan..
***
Tiga bulan kemudian yusuf,bertemu lagi dgn Zahra disebuah kapal pesiar yg akan
membawa mereka ke Malaysia,didalam kapal pesiar yusuf mengatakan sesuatu yg dia
janjikan kpd Zahra tiga bulan yg lalu,,”Zahra..aku ingin mengatakan sesuatu
padamu,sebenarnya saat pertama kali aku mengenal mu aku jatuh cinta padamu,kamu
adalah wanita yang sempurna dimataku,Zahra maaf bila aku menyatakan hal ini
begitu cepat,tapi perasaan ini tak dapat kupndam lbih lama,bagaimana
Zahra?apakah perasaan yg kamu rasakan sama seperti yang aku
rasakan??”..”yusuf,pemuda yang tiga bulan yang lalu kukenal,sosok pemuda yang
mandiri,pemuda yg tegar dan pemberani,perasaanku juga sama terhadapmu,sejak
pertama bertemu denganmu,aku tlah jatuh hati”ucap Zahra,dengn menatap wajah
yusuf.. “Zahra maukah kau menjadi pendamping hidupku?” “aku tidak bisa menolak
yusuf”jawab Zahra dengan senyum manja yg menghiasi wajahnya..
***
Sampailah mereka dimalaysia,dan hasilnya yusuf keluar sebagai pemenang dalam
perlombaan itu,dan Zahra hanya mendapatkan juara kedua dalam bidangnya.sebelum
kembali ke Indonesia dan ketempat mereka masing-masing,yusuf berkata pada Zahra
“Zahra kita berdua akan dipisahkan kembali,dipisahkan oleh pulau yang
terbentang dari rumahku hingga rumahmu,Zahra aku akan melamarmu,,aku tunggu
kamu di tepi pantai dekat dermaga ,tanggal 23 agustus pukul 9 pagi,ya 2 bulan
lagi,Zahra.. :)”…”baiklah yusuf,orang yang kucintai,aku akan menemuimu,di tepi
pantai dekat dermaga tunggu aku disana ya yusuf..semoga Allah menemukan kita
kembali ”….
***
Zahra kembali ke minang dengan membawa kabar gembira untuk bunda
angkatnya,mengenai laki-laki yg akan melamarnya..namun setibanya dirumah ada
sebuah mobil mewah yg terparkir didepan panti asuhan,saat Zahra masuk
..”assalamu’alaikum bunda”..”wa’alaikumsalam Zahra,akhirnya kamu datang
nak,perkenalkan ini bu kultsum dan ini anaknya rama,mereka adalah donator panti
asuhan ini”..”Zahra..”..”kultsum..”..”Zahra”..”rama” maksud kedatangan ibu
ini,adalah untuk menjodohkanmu,dengan nak rama” …”apa???”Tanya Zahra
kaget..”iya sayang kamu dijdohkan dengan rama,sejak tadi bunda dan bu kultsum
sedang membicarakan perihal waktu pernikahan kalian,kami spakat pernikahan mu
akan dilangsungkan 2 bulan lagi kira”-kira tanggal 23 agustus..”..”bun,qo
mendadak sekali??,aku belum mengenal rama bun”..”zahra sayang pernikahan ini
lebih cepat dilangsungkan lebih baik,rama pemuda yang baik,dan bertanggung
jawab qo,mapan lagi,cinta itu akan datang,seiring berjalannya waktu,oke
saying?”..”baiklah bun” jawab Zahra sambil berjalan menuju kamarnya,sampai
dikamarnya Zahra menangis,”ya Allah apa yang harus ku lakukan aku tak mencintainya
aku mencintai yusuf,yusuf hanya yusuf”
***
1 minggu setelah itu rama dating ke panti asuhan,”selamat siang bu,ada Zahra?
”..”selamat siang nak rama,oh zahranya ada,sebentar yaa,Zahra sayang??” .. “iya
bun”..”ada nak rama ingin bertemu”..”iya bun,sbentar lagi aku keluar”..
“ada apa?”Tanya Zahra sinis..”tak usah sinis gitu
kali,biasa aja,maksud kdatanganku ksini,untuk membatalkan pernikahan itu,kamu
juga tak setuju kan dengan pernikahan itu,sama halnya denganku,aku sudah punya
calon”..”oh begitu..iya aku juga punya calon,tanggal 23 agustus nnt aku
berjanji akan menemuinya didermaga,tapi aku bingung rama,apa yang harus
kukatakan pada bunda?” ..”tenang itu urusanku Zahra,aku yang akan
menanganinya”..”trimakasih banyak ya ram”..”iya sama-sama ra”..
***
Satu hari sebelum pernikahan Zahra dan rama,rama memberitahukan Zahra ,agar
Zahra segera pergi menemui yusuf..zahra pun mengiyakannya,kira-kira pukul 5
tanggal 23 agustus zahra sampai didermaga,karna saat itu masih gelap,Zahra memutuskan
u/mencari tempat penginapan,namun swaktu menyebrang jalan raya,Zahra tertabrak
mobil yg lewat begitu kencang,seketika itu juga Zahra tergeletak lemas dengan
cucuran darah di sekujur tubuhnya,,nelayan-nlayan yang mlihat keadaan Zahra
segera membawanya kerumah sakit,sesampainya dirumah sakit,Zahra dibawa ke ruang
UGD,Zahra segera ditangani oleh dokter,ternyata tulang kaki zahra patah akibat
benturan mobil yg mnabraknya,kaki Zahra harus di amputasi,pihak rumah sakit
tidak boleh seenaknya mengamputasi kaki seeorang,untungnya disaku celana
zahra ditmukan kartu identitasnya,lalu phak rmah skit segera mnghbungi ibunda
Zahra,dan ibunda Zahra dengan sangat terpaksa menyetujuinya,karna u/kbaikan
Zahra..
Saat Zahra terbangun dari tidurnya,Zahra kaget karna melihat
bundanya dan rama ada bersamanya,”bunda?rama?dimana aku?”..”kamu sudah
terbangun nak”jawab bunda dengan isak tangis..”kenapa bunda menangis?”..”tidak
apa-apa sayang”.. Zahra merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan
kakinya,segera Zahra membuka selimut yang menutupi bagian kakinya,”manaaa kaki
ku bun,,mana kaki ku,mana??”Zahra berteriak histeris..”sabar saying..sabar
anakku,,ini sudah ketentuan Allah nak,”ucap bunda sambil menangis dan memeluk
Zahra..”bunda kakiku bun,kakiku tak ada bunda..”ucap Zahra meraung-raung..
Diwaktu yang bersamaan yusuf menunggu kehadiran Zahra
dengan setia,pagi pun berganti siang tak ada sosok wanita yg dia
tunggu,siangpun berganti sore,tak terlihat kedatangan Zahra,dari setiap kapal
yg merapat kedermaga,sore pun berganti malam,tampak kekecewaan diwajah yusuf
“Zahra,,dimanakah dirimu?,apa kau lupa janji kita?zahra aku akan tetap
manantimu walau sampai akhir waktuku Zahra,aku mencintaimu zahra”..yusuf pun
kembali kerumahnya,begitu pula Zahra yg kembali ke minang setelah mendapatkan
perawatan dari medis..
Dua tahun pun berlalu,Zahra selama ini dirawat oleh
rama dan istrinya,rama sudah menganggap Zahra sebagai adiknya sendiri,suatu
hari di minang ada pameran lukisan,Zahra ingin melihat pameran itu..”ram,aku
ingin ke pameran lukisan,boleh kah kau dan istrimu mengantarku kesana?”..”oh
tentu Zahra,besok kita kesana”.
(ternyata pemeran lukisan itu adalah milik yusuf
pemuda yg disukainya,di pameran itu ada lukisan wajah Zahra yg dibuat oleh
yusuf sewaktu dikapal pesiar,yusuf berkata pada anak buahnya untuk memberikan
lukisan itu kepada siapapun yg menginginkannya..)
Sesampainya disana Zahra melihat-lihat koleksi lukisan
yang terpajang didinding ruangan,matanya tertuju pada sebuah lukisan yang mirip
dengan wajahnya,,segeralah dia mendekati lukisan itu,”mirip sekali
denganku”ujar Zahra,lau Zahra memanggil karyawan yg ada disana,”mas-mas,lukisan
ini dijual berapa??”..”oh yang ini mba,ini tidak dijual,jika mba mau,silahkan
diambil saja,tp mba hrs tinggalkan fotocopy kartu identitas mba”..”benarkah?oke
saya ambil ini,ini kartu identitas saya,terimakasih”..
Setelah mendapatkan lukisan itu Zahra pulang kembali
kerumahnya..berselang beberapa menit setelah Zahra pulang,yusuf berjalan-jalan
mengelilingi pameran lukisan miliknya,langkahnya terhenti saat melihat lukisan
Zahra sdh tidak ada ditempatnya,”mas lukisan yg ada disini sudah ada
berminat”Tanya yusuf penasaran..”iya tuan,tadi ada seorang perempuan yg
berminat dengan lukisan ini,wajahnya mirip sekali dengan wajah didalam lukisan
itu,tapi perempuan itu kakinya tidak ada alias buntung tuan”..”zahra??aee oh
begitu,dia memberikan kartu identitasnya?” ..”iya tuan nih kartu
identitasnya”..lalu yusuf membaca info di kartu identitas itu “zahraa?..ya ini
Zahra..wanita yg kucintai,,tapi dia tidak cacat..aku harus
menyelidikinya”…berhari-hari sudah yusuf mencari alamat Zahra..sampai akhirnya
yusuf menemukan alamat zahra,dibukanya pintu gerbang rumah Zahra ,saat kakinya
melangkah,dia menoleh kearah kanan,dia melihat sosok wanita dikursi roda,karna
penasaran dia menghampiri wanita itu,dilihatnya dari dekat..”Zahra??apa ini
kamu Zahra?”..”zahra kaget mendengar suara itu,dia menolehkan
kepalanya..”yusuf,yusuf,benarkah ini dirimu?” Zahra kaget melihat kenyataan
bahwa skarang yusuf brada dihadapannya,”yusuf maafkan aku,aku tak bermaksud u/
mengingkari janji kita,yusuf aku selalu menunggumu,”….”hussst..sudahlah Zahra
aku tau itu,sama halnya seperti aku yg selalu memikirkanmu,dan menunggumu
Zahra”..”tapi yusuf kondisiku sekarang sudah cacat,aku malu dengan mu yusuf,aku
takut kau kecewa padaku”..”Zahra ketahuilah cinta itu tak memandang dari siapa
dirimu,atau seperti apa kondisimu,tapi cinta itu menerima apa adanya,aku tetap
mencintaimu Zahra,mencintaimu setulus-tulusnya..aku ikhlas menerimamu,,kau
tetap Zahra ku yang dulu…”
Setelah itu yusuf mengajak Zahra u/pergi ke tepi
pantai dekat dermaga tempat dimana mereka berjanji untuk bertemu,yusuf
mendorong kursi roda Zahra,dan berhenti di tempat yang sangat bagus untuk
melihat matahari terbenam,”Zahra orang yang kusayangi,disenja ini ku ingin
mengatakan bahwa aku ingin menjadi imam bagimu,menjadi yg halal bagimu,untuk
melindungimu,menyayangimu,sepenuh hatiku..zahra kekuranganmu adalah kelebihan
buatku,Zahra maukah kau menjadi pendampingku??”….”yusuf pemuda yang kucintai,
siapalah aku yg berhak menolak cinta yg hadir dijiwa,tanpa dipaksa..aku juga
mencintaimu,yusuf..aku akan baktikan diri demi mendapat ridho ilahi,aku ingin
menjadi permainsuri dalam hidupmu yg senantiasa menemanimu dalam suka dan
duka..aku ingin menjdi makmum yg baik u/mu..dan aku ingin menjdi bidadari yg
bersemayam didalam hatimu..yusuf..aku bersedia”…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar