“Selamat..selamat..moga langgeng”itulah kata-kata yang
diucapkan kerabatku dan kerabat suamiku saat kami menikah..ya kata-kata yang
begitu nyaman didengar..
Suamiku bernama irfan sedangkan namaku adalah
ririn..kata orang hubunganku dengan suamiku sangat romantic ..ya memang benar
adanya,suamiku adalah seorang suami yang sangat penyayang..selain menyayangiku
dia juga menyayangi keluargaku,meski pernikahan kami tidak di restui oleh kedua
orang tua suamiku dikarnakan latar belakang perekonomian keluargaku yang jauh
dibawah suamiku,,tapi walaupun begitu suamiku tetap menikahiku,tanpa
melukai perasaan orang tuanya.
***
1 tahun pernikahan kami,kami jalani dengan
santai,tanpa adanya pertengkaran yang berrti,suamiku termasuk orang yang sabar
menghadapi permasalahan yang menghiasi rumah tangga kami,namun ada suatu yang
menjadi pertanyaanku sampai saat ini yaitu mengenai buah hati,aku merasa
bersalah dengan suamiku karna belum bisa memberinya momongan,trutama pada ibu
mertuaku yang ingin segera memperoleh cucu dariku,maklumlah suamiku adalah anak
satu-satunya.tapi suamiku selalu bilang kepadaku,pada waktu yang tepat Allah
akan member amanah itu..
***
Dua tahun berlalu,rumah tangga ku mulai digoncang
pertengkaran yang disebabkan desakan orang tua suamiku untuk mendapatkan
cucu,aku bersabar menghadapi hal itu aku tak berani membantah ibu mertuaku
itu,karna ibu mertuaku sudah kuanggap ibuku sendiri,tanpa suamiku
tau,sebenarnya ibu mertuaku sering menamparku,memaki,dan menjambak
jilbabku,tapi aku tak pernah mengadukan hal itu dengan suamiku,karna itu hanya
akan membuat keruh suasana,,
Pernah suatu malam,aku mendengar percakapan ibu mertua
dan suamiku di ruang tamu,
“irfan,ibu ini udah tua,ibu mau cepat gendong
cucu,kamu mau ibu mati dulu baru kamu punya anak,suruh istrimu itu periksa
kedokter,kalau hasilnya istri mu mandul,ibu akan carikan calon untukmu,dan kamu
harus ceraikan dia,buat apa punya istri tapi tidak punya anak,kamu
mengerti”ucap ibu mertuaku dengan nada sedikit mengancam.
“iya..iya bu lagi pula aku sudah tak saying dengan
istriku,dia itu sakit-sakittan sekarang,entah knapa hati ini sudah tak ada rasa
cinta lagi dengannya,baiklah bu nanti aku bawa istriku kedokter,dan
mudah-mudahan saja dia mandul agar ada alas an ku untuk menceraikannya”ucap
suamiku..
Sontak aku kaget mendengar perkataan ibu mertu dan
suamiku,sungguh sakit hatiku mendengar hal itu,aku tak menyangka selama ini suamiku
hanya menyayangiku sewaktu aku sehat saja.
Tiba-tiba suamiku bangun dari duduknya dan berjalan
mendekat,aku langsung saja ke kamar dan mengunci pintu kamar,seperti tidak
mengetahui apa-apa.suara ketukan pintu , “tok..tok..tok..sayang kamu sudah
tidur??”ucap suamiku ..
“belum a’aku belum tidur sebentar ya,”ucapku
pelan ..
Saat kubuka pintu kamarku,aku tersenyum kepadanya,”kau
Nampak cantik malam ini de”ucap suamiku merayu.a.
“terimakasih”jawabku singkat.
“de ada yang ingin aku bicarakan”Tanya suamiku dengan
mimic wajah yang serius.
Deg..deg.. jantungku berdegup kencang hatiku
berkecamuk “masya Allah apa dia akan menceraikanku mala mini”ucapku dalam
hati..
“de besok kita kerumah sakit yuk,kita periksa kondisi
rahimmu,bagaimana?”
“huuft Alhamdulillah,ku kira dia akan
menceraikanku”ucapku dalam hati
“ya boleh a’ aku,yasudah sekarang kita tidur
dulu,,sudah malam”..
Disepertiga malam aku terbangun dari
tidurku,bermunajad pada Allah memohon yang terbaik untuk rumah tanggaku,aku tak
kuasa memendam rasa sakit ini sendirian…”ya rabb..aku akan tabah menghadapi hal
ini karna inilah perjalalanan mencari syurgamu”
***
Keesokan harinya aku dan suamiku pergi ke rumah sakit
untuk memeriksa rahimku,
Singkat cerita ternyata aku mandul,hatiku berkecamuk
ketika mendengar hal itu,aku merasa cacat sebagai seorang wanita,apalagi
sekarang setelah suamiku mengetahui yang sebenarnya pasti dia akan
menceraikanku ,seperti ucapannya semalam..
Benar saja,sepulangnya dari rumah sakit,suamiku tak
semesra tadi pagi,suamiku acuh akan keberadaanku,biasanya dia selalu membukakan
pintu mobil ,tapi stelah dia tau aku mandul dia membiarkanku membuka pintu
mobil itu sendiri..
Hari-hariku begitu mengerikan setelah suami,dan
mertuaku tau keadaanku,tiap harinya tak ada kemesraan yang kurasakan,yang ada
hanya cacian,dan kata-kata kasar yang keluar dari mulut suamiku,aku tak
mengerti dengan sikap suami dan mertuaku apa hanya seorang anak yang dibutuhkan
saat seseorang itu menikah,aku tak habis pikir,tapi aku berusaha tabah dan
ikhlas menerima semua ini,meski pahit dan sungguh sakit..
Beberapa bulan kemudian suamiku sering pulang larut
malam dengan keadaan mabuk,dan suamiku sering memukuli ku dengan benda-benda
yang berada diruang tamu..badanku seketika memar dibuatnya.aku tak sampai hati
untuk mengadukan hal ini keorang tuaku karna aku tak mau terkesan sebagai
pengadu,dan cengeng aku mau menjadi wanita yang tegar menghadapi semua masalah
rumah tangga ku,karna Allah selalu bersamaku.
Pernah suatu hari orang tuaku datang
menjengukku,mereka kaget melihat keadaanku yang kurus kering,aku hanya berkata
pada orang tuaku bahwa ini sengaja untuk menyenangkan suamiku,aku beralasan
suamiku menyuruhku untuk diet..dihadapan orang tuaku,suamiku berpura-pura
menyayangiku,bermesraan denganku,sepulangnya orang tuaku suamiku kembali
memarahiku,dia bilang aku sengaja mengundang orang tuaku datang kerumah dan aku
dituduh mengadu ke orang tuaku ,aku berusaha meyakini suamiku bahwa aku tak
pernah mengadukan apa-apa dengan orang tuaku,tapi suamiku tak percaya,malah dia
mendorong kepalaku ke tembok,dan tanpa kusadari ternyata keningku berdarah..
Keesokan harinya,aku membuatkan segelas kopi untuknya
,tapi apa yang kudapat cacian dan hinaan akan kopi buatanku “kopi apa
ini,kamu mau meracuniku!!”…setelah berkata demikian suamiku meninggalkan rumah
dan segera naik ke mobil dan pergi..aku menangis dalam kesunyian rumahku..tak
ada orang yang tau kepedihan yang aku rasakan.
Sampai pada suatu hari ,suamiku berkata..”aku sudah
muak denganmu,besok aku akan kepadang untuk menemui orang tuaku,disana ibuku
sudah menyiapkan calon istri yang baru untukku yang pasti wanita yang akan
menjadi istriku nanti lebih cantik darimu,dan dia bisa memberiku anak”betapa
remuk perasaanku saat itu aku sangat hancur,seperti petir disiang bolong..aku
memohon agar suamiku tetap bersamaku…tapi tekadnya sudah bulat..tapi anehnya
dia tidak langsung menceraikanku,dan dia bilang akan memberiku uang setiap
bulan sebesar 300 ribu u/ membayar kontrakan..”ya rabb..jika memang ini yang
terbaik untukku aku ikhlas,hanya satu pintaku,jagalah suamiku,jika nantinya KAU
takdirkan dia menyatu denganku lagi aku akan ikhlas menerimanya..
Keesokan harinya dia pergi … aku berpikir sendiri
“hmm,,kini suamiku telah pergi menjemput cintanya yg baru,apa yang harus
kulakukan apa aku kerumah orang tuaku saja??tapi alasannya apa?aku tak mungkin
bilang keorang tuaku alas an yang sebenarnya,satu-satunya cara aku harus cari
kontrakan baru dan bilang pada orang tuaku bahwa aku dan suamiku pindah
kepadang”ucapku dalam hati..
Kini aku tinggal disebuah kontrakan yang berukuran 5 x
3 cukuplah untuk aku tidur,dan kini aku tinggal mencari pekerjaan untuk
memenuhi kehidupanku sehari-hari..segala macam pekerjaan sudah kujalani,mulai
dari office girl,tukang cuci,sales obat,maupun menjadi pembantu rumah tangga
namun itu tak pernah lama,akhirnya aku putuskan untuk berjualan sayur mayor
keliling…
Aku memulai kerjaku pagi-pagi sekali menyiapkan
gerobak dan sayur mayur yang akan kubawa untuk dijual,aku berkeliling kampong
menjajakan daganganku,Alhamdulillah sayuran yang kubawa selalu diserbu
ibu-ibu,tak jarang tukang-tukang sayur yang daerah pemasarannya sama denganku
merasa iri akan kesuksesanku,pernah suatu hari mereka mengerjai ban gerobakku
sampai aku tak bisa berkeliling,tapi Allah itu maha tau,dan maha pemberi rezki
daganganku tetap laku walau aku tak berkeliling..
Profesi tukang sayur sudah kurang lebih 5 bulan
kujalani sampai saat ini aku nyaman dengan profesi ini,
Hari ini aku putuskan untuk berkeliling ke daerah yang
jarang kulalui,saat itu cuaca begitu panas,aku memutuskan untuk beristirahat
ditangga masjid di wilayah itu ternyata di masjid itu sedang diadakan pengajian
ibu-ibu se jabodetabek..sungguh aku berharap daganganku laku saat
itu,,tiba-tiba seorang ibu-ibu menepuk bahuku suaranya begitu khas,seperti
sering kudengar,ternyata itu ibuku dan disebelahnya ada ayahku yang sedang
ngobrol dengan temannya..”neng beli tongkol dan kangkungnya seikat”ucap
ibuku blum menyadari bahwa itu adalah aku..”beli berapa bu??””tongkolnya 5
ribu,kangkungnya satu ikat.” Sedari tadi aku menutupi wajahku dengan topi
petani yang ku kenakan aku tak mau orang tuaku tau..segera dengan cepat ku
layani permintaan ibuku,dan aku segera pergi tanpa meminta uang dari ibuku..
“heeei nak..ini uangnya”ucap ibuku ..aku menghiraukannya dan semakin berlari
cepat..
***
2 tahun pun berlalu,aku begitu rindu dengan
suamiku,tiap hari ku berdoa untuknya,agar Allah bisa mempertemukan kami
kembali..sampai suatu hari saat aku kepasar aku melihat seorang pengemis yang
dimarahi oleh pedagang ,aku tak tega melihat hal itu,aku dekati pengemis itu
“pa ini sedikit uang untuk bapa” ucapku sambil memberikan uang seribu
rupiah..tiba-tiba pengemis itu menoleh kearahku,dan sungguh aku sangat tak
percaya bahwa ternyata pengemis itu adalah suamiku…irfan??ucapku… ririn?? Ucap
suamiku… irfan ada apa denganmu??.. ceritanya panjang rina,, baiklah ayo kita
kerumahku ,
Setelah sampai dikontrakan suamiku menceritakan
semuanya,dia bilang istri barunya itu seorang penipu,dia membohongi aku dan
keluargaku,semua harta ku habis,dan orang tuaku meninggal akibat
ulahnya,suamiku menyesal meninggalkanku… “de aku begitu menyesal meninggalkan
dirimu,ternyata sangat sulit mencari istri sepertimu,de maukah kau memaafkanku
dan menerimaku kembali menjadi suamimu?”ucap suamiku memelas.. aku
terdiam ..dan kemudian aku berkata “suamiku,ya engkau masih suamiku,kau blum
menceraikanku saat itu,dari dulu aku sudah memaafkanmu ..tak pantas rasanya aku
sebagai seorang istri membiarkan suaminya dalam kesengsaraan aku menerimamu
kembali suamiku.”
Kini hari-hariku ditemani oleh suamiku,kami berdua
memulai lembaran yang baru dalam rumah tangga kami,karna suamiku sudah dipecat
dari kantornya akhirnya kuputuskan agar suamiku berjualan sayuran sama
sepertiku,kami berjualan menggunakn gerobak masing-masing..
Pagi hari sebelum berjualan aku menyiapkan sayuran
untuk dijual suamiku dan aku,kemudian kami sama-sama mendorong gerobak sayuran
ke depan gang sampai akhirnya kita berpisah di sana suamiku berjualan di desa
sebelah sedangkan aku berjualan dissedangkan aku berjualan disekitar deekitar
desa ku,sebelum berpisah suamiku bilang “de hati-hati ya ,sesa ku,sebelum
berpisah suamiku bilang “de hati-hati ya ,semoga jualannya laku,dan satu hal
sekali lagi maafkan aku akan kelakuanku selama ini terhadapmu,aku sunggu
menyesal”ucap suamiku diiringi semoga jualannya laku,dan satu hal sekali lagi
maafkan aku akan kelakuanku selama ini terhadapmu,aku sunggu menyesal”ucap
suamiku diiringi senyuman ...”aa,sudahlah jangan diingat-ingat lagi hal itu,aku
sudah memafkanmu,kamu juga hati-,aku sudah memafkanmu,kamu juga hati-hati ya
a,”..akhirnya kami berpisah ..
Siang harinya aku sudah sampai dirumah,dan menunaikan
sholat dzuhur,seusai sholat dzuhur aku berdo’a “ya Allah mudahkanlah suamiku
dalam mencari rizki yg halal,jagalah di…………..” doaku terhenti karna ada orang
yang mengetuk pintu……..
“assalamu’alaikum…asalamu’alaikum..bu ririn…bu ririn…”
“wa’alaikumsalam,iya sebentar” kemudianku buka
pintu ternyata pa RT yg datang..
“ada apa ya pa tumben datang kesini?”ucapku..
“begini nak,anu…anu..” ucap pa RT tergesa-gesa.
“ada apa pa?bicaranya tenang saja”
“suamimu ditabrak kereta sewaktu menyebrang rel
kereta”..
“apaa??”seketika itu lututku lemas aku mrunduk dan
berlutut….Allah lebih sayang denganmu suamiku…aku bersyukur hingga akhir hayat
mu aku masih menemanimu..suamiku…inilah perjalananku mencari syurga.. ucapku
diiringi isak tangis..yang mendalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar