Semua bermula dari
sentuhan hidayah yang begitu lembut..
Yaa..... hidayah yang
Allah berikan pada kakak pertamaku,tepatnya tahun 2002 lalu.
Allah memberinya
kesempatan untuk memperbaiki diri dari penampilan ala wanita jahiliyah menjadi
wanita penghuni surga (insya Allah). Perubahan yang terjadi dalam diri kakakku
membawa perubahan juga dalam keluargaku,kakakku memberi energi positive
dirumah,suasana keislaman yang semula belum menyelimuti keluargaku,sekarang
sudah mulai merasuk sedikit demi sedikit.. meski keluargaku keturunan seorang
Kiyai besar didesa tempat ibuku dilahirkan,tapi suasana keislaman tidak begitu
kental,hanya dalam beribadah sehari-sehari namun bukan dalam urusan
penampilan..
Tahun demi tahun
berlalu,kira-kira tahun 2004 terjadi perubahan besar dalam keluargaku,ibu
selaku motivator dirumah kini memakai jilbab,kakak keduaku yang baru masuk SMA
kini juga telah memakai jilbab,ayahku juga aktif dalam berbagai pengajian,semua
berkat kebaikan Allah untuk kami semua. Namun ketika itu aku belum mengerti
akan kewajiban untuk menutup aurat,aku yang baru berumur 9 tahun hanya
mengenakan jilbab disaat mengaji dan acara-acara keislaman lainnya,aku masih
gerah untuk mengenakannya terlalu lama,bagiku jilbab adalah suatu yang hanya
dipakai pada saat-saat tertentu,berkali-kali kakak mencoba merayuku untuk
segera mengenakan jilbab karna jilbab adalah kewajiban bagi seorang wanita
apalagi jika sudah baligh,namun aku menolaknya secara halus kubilang pada kakak
yang sangat kucintai itu,bahwa aku akan mengenakan jilbab nanti saat SMP..
Tahun 2006 aku lulus
SD,sudah saatnya janji itu kupenuhi,janji untuk mengenakan jilbab sesuai dengan
yang ada dalam Al-qur’an..namun janji itu aku langgar aku urungkan niatku untuk
memakai jilbab,karna aku masih ingin seperti teman-temanku yang lain,mengikuti
tren gaya rambut terbaru..
Kakakku terus saja
merayuku agar segera mengenakannya,namun aku terus menolak,”aku masih
kecil”,kata-kata itu yang selalu aku ucapkan ketika kakakku merayuku.. sampai
akhirnya kakakku itu menikah,aku belum juga mengenakan jilbab,ada perasaan
bersalah pada kakakku,tapi rasa bersalah itu seolah hanyut dalam lautan
keinginanku untuk tampil cantik seperti teman-temanku yang lain.
Akhirnya awal tahun
2008 lalu aku putuskan untuk mengenakan jilbab,keputusan yang besar bagi
seorang remaja sepertiku,disaat yang lain sibuk untuk mendandani rambutnya,tapi
aku tidak,aku sibuk mendandani jilbabku agar nampak cantik tak kalah dengan
teman-temanku yang tidak mengenakannya,awalnya memang gerah dan panas sangat kurasa setiap kali aku
mengenakannya bagai berada dalam oven yang sangat menyiksa.. tapi lama kelamaan
aku merasa nyaman dengan jilbab yang ku kenakan,mulanya jilbabku hanya
sepanjang bahu,sampai akhirnya bertambah panjang seiring pengetahuan yang
kudapat dari kakakku,jadilah jilbabku menghulur sampai kepinggang.
Hari-hari yang
kulalui setelah memakai jilbab adalah hari dimana hatiku harus kuat menerima
segala ejekan dari teman-teman ,jilbab yang kukenakan begitu panjang lain dari
teman-teman wanita berjilbab dikelas,mungkin karna itu sebagian teman laki-laki
yang usil mengejekku lebih tepatnya mencemooh jilbabku.. jilbabku saat itu
begitu polos tanpa ada pernak-pernik yang menghiasinya,teman-teman bilang aku
kampungan tak bisa menyesuaikan tren,aku tak menggubris perkataannya,aku tetap
pada pendirianku saat itu.
Pernah disuatu
waktu,ada seorang teman yang bilang jilbabku seperti terpal dan taplak
meja,begitu besar katanya aku nampak seperti ondel-ondel yang sedang
berjalan,jujur aku sedih,hatiku sakit,jilbabku selalu dihina oleh mereka,aku
hanya bisa menangis dikamar seusai pulang dari sekolah.
Aku bertanya-tanya
begitu anehkah orang yang mengenakan jilbab panjang,hal anehkah itu?? Tapi
kurasa TIDAK!! Bukan jilbabku yang aneh tapi mereka!... mereka tak mengerti bagaimana
telah jelas didalam Al-qur’an akan perintah untuk mengenakan jilbab.
Berbulan-bulan
kemudian sudah tak kuanggap omongan dari teman-teman usilku itu,aku tidak
peduli kata-kata mereka,yang ku yakini dan kurasakan saat ini jilbab telah
membuatku lebih terhormat,jilbab telah membuatku terlindungi dari godaan lelaki iseng yang
suka menggoda setiap pejalan kaki wanita..aku beruntung aku tidak menjadi
bagian dari wanita-wanita itu,jilbab membuatku menjadi wanita yang berarti,aku
tidak murahan seperti wanita yang dengan enaknya memamerkan keindahan tubuhnya
secara GRATIS!!! Astagfirullah..
Panggilan hati tuk
memakai jilbab sangat-sangat aku syukuri,sangat-sangat kunikmati.. Allah sangat
menyayangiku.. J
semoga teman-teman yang membaca ini tertarik untuk berjilbab juga ya ^_^ ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar