Jumat, 27 April 2012

Kisahku " Saat Pertama Berjilbab "


Semua bermula dari sentuhan hidayah yang begitu lembut..
Yaa..... hidayah yang Allah berikan pada kakak pertamaku,tepatnya tahun 2002 lalu.
Allah memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri dari penampilan ala wanita jahiliyah menjadi wanita penghuni surga (insya Allah). Perubahan yang terjadi dalam diri kakakku membawa perubahan juga dalam keluargaku,kakakku memberi energi positive dirumah,suasana keislaman yang semula belum menyelimuti keluargaku,sekarang sudah mulai merasuk sedikit demi sedikit.. meski keluargaku keturunan seorang Kiyai besar didesa tempat ibuku dilahirkan,tapi suasana keislaman tidak begitu kental,hanya dalam beribadah sehari-sehari namun bukan dalam urusan penampilan..
Tahun demi tahun berlalu,kira-kira tahun 2004 terjadi perubahan besar dalam keluargaku,ibu selaku motivator dirumah kini memakai jilbab,kakak keduaku yang baru masuk SMA kini juga telah memakai jilbab,ayahku juga aktif dalam berbagai pengajian,semua berkat kebaikan Allah untuk kami semua. Namun ketika itu aku belum mengerti akan kewajiban untuk menutup aurat,aku yang baru berumur 9 tahun hanya mengenakan jilbab disaat mengaji dan acara-acara keislaman lainnya,aku masih gerah untuk mengenakannya terlalu lama,bagiku jilbab adalah suatu yang hanya dipakai pada saat-saat tertentu,berkali-kali kakak mencoba merayuku untuk segera mengenakan jilbab karna jilbab adalah kewajiban bagi seorang wanita apalagi jika sudah baligh,namun aku menolaknya secara halus kubilang pada kakak yang sangat kucintai itu,bahwa aku akan mengenakan jilbab nanti saat SMP..
Tahun 2006 aku lulus SD,sudah saatnya janji itu kupenuhi,janji untuk mengenakan jilbab sesuai dengan yang ada dalam Al-qur’an..namun janji itu aku langgar aku urungkan niatku untuk memakai jilbab,karna aku masih ingin seperti teman-temanku yang lain,mengikuti tren gaya rambut terbaru..
Kakakku terus saja merayuku agar segera mengenakannya,namun aku terus menolak,”aku masih kecil”,kata-kata itu yang selalu aku ucapkan ketika kakakku merayuku.. sampai akhirnya kakakku itu menikah,aku belum juga mengenakan jilbab,ada perasaan bersalah pada kakakku,tapi rasa bersalah itu seolah hanyut dalam lautan keinginanku untuk tampil cantik seperti teman-temanku yang lain.

Akhirnya awal tahun 2008 lalu aku putuskan untuk mengenakan jilbab,keputusan yang besar bagi seorang remaja sepertiku,disaat yang lain sibuk untuk mendandani rambutnya,tapi aku tidak,aku sibuk mendandani jilbabku agar nampak cantik tak kalah dengan teman-temanku yang tidak mengenakannya,awalnya memang  gerah dan panas sangat kurasa setiap kali aku mengenakannya bagai berada dalam oven yang sangat menyiksa.. tapi lama kelamaan aku merasa nyaman dengan jilbab yang ku kenakan,mulanya jilbabku hanya sepanjang bahu,sampai akhirnya bertambah panjang seiring pengetahuan yang kudapat dari kakakku,jadilah jilbabku menghulur sampai kepinggang.
Hari-hari yang kulalui setelah memakai jilbab adalah hari dimana hatiku harus kuat menerima segala ejekan dari teman-teman ,jilbab yang kukenakan begitu panjang lain dari teman-teman wanita berjilbab dikelas,mungkin karna itu sebagian teman laki-laki yang usil mengejekku lebih tepatnya mencemooh jilbabku.. jilbabku saat itu begitu polos tanpa ada pernak-pernik yang menghiasinya,teman-teman bilang aku kampungan tak bisa menyesuaikan tren,aku tak menggubris perkataannya,aku tetap pada pendirianku saat itu.
Pernah disuatu waktu,ada seorang teman yang bilang jilbabku seperti terpal dan taplak meja,begitu besar katanya aku nampak seperti ondel-ondel yang sedang berjalan,jujur aku sedih,hatiku sakit,jilbabku selalu dihina oleh mereka,aku hanya bisa menangis dikamar seusai pulang dari sekolah.
Aku bertanya-tanya begitu anehkah orang yang mengenakan jilbab panjang,hal anehkah itu?? Tapi kurasa TIDAK!! Bukan jilbabku yang aneh tapi mereka!... mereka tak mengerti bagaimana telah jelas didalam Al-qur’an akan perintah untuk mengenakan jilbab.

Berbulan-bulan kemudian sudah tak kuanggap omongan dari teman-teman usilku itu,aku tidak peduli kata-kata mereka,yang ku yakini dan kurasakan saat ini jilbab telah membuatku lebih terhormat,jilbab telah membuatku  terlindungi dari godaan lelaki iseng yang suka menggoda setiap pejalan kaki wanita..aku beruntung aku tidak menjadi bagian dari wanita-wanita itu,jilbab membuatku menjadi wanita yang berarti,aku tidak murahan seperti wanita yang dengan enaknya memamerkan keindahan tubuhnya secara GRATIS!!! Astagfirullah..

Panggilan hati tuk memakai jilbab sangat-sangat aku syukuri,sangat-sangat kunikmati.. Allah sangat menyayangiku.. J semoga teman-teman yang membaca ini tertarik untuk berjilbab juga ya ^_^ ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar